Jakarta - Satinah sudah dipastikan bebas dari hukuman
pancung di Arab Saudi. Pemerintah lewat tim yang dipimpin Maftuh Basyuni
sudah membayarkan uang diyat yang diminta keluarga mantan majikan
Satinah 7 juta riyal.
"Ini sudah celar lah. Sudah bebas dari
hukuman mati," Kata Kepala BNP2TKI Gatot Abdulah Mansyur saat
dikonfirmasi detikcom, Kamis (3/4/2014).
Gatot menjelaskan, lika
liku perundingan yang dilakukan. Sebelumnya keluarga majikan Satinah tak
mau bertemu dan bertahan dengan keputusan mereka. Hingga akhirnya,
pemerintah sepakat dengan diyat 7 juta riyal.
"5 Juta riyal sudah
disetorkan dari KBRI, sisanya yang 2 juta riyal sudah ditransfer. Tapi
kan di sana Jumat dan Sabtu libur, jadi Minggu baru diterima keluarga.
Tapi saya jamin ini sudah clear bebas dari hukuman mati," terang mantan
Dubes RI di Saudi ini.
Jadi tidak usah dipikirkan apa-apa lagi
soal Satinah ini. Semoga saja proses hukum selanjutnya, bisa berjalan
dengan lancar. Karena setelah persidangan khusus soal diyat di mana
semua keluarga korban harus menjamin tak ada tuntutan lagi, akan ada
sidang pengadilan umum.
"Ya ini prosesnya cepat, apalagi sudah jadi perhatian publik dan kantor Raja Saudi juga sudah memberi perhatian," tutup dia.
BIODATA SAYA
A. BIODATA PRIBADI
Nama lengkap : MUHAMAD DIO ALIF UTAMA
Tempat lahir : 16 agustus 1994
Alamat : palju darat jalan tegal benangun RT 28
Agama : ISLAM
Status : Belum menikah
No HP : 089628160021
B. BIODATA PENDIDIKAN DAN KERJA
SEKOLAH DASAR : SDN 219 PALEMBANG
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA : SMPPN 12 PALEMBANG
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN : SMK PGRI 2 PALEMBANG
PENGALAMAN KERJA : PT.SPF(SUMATRA PRIMA FAIBREBOARD)
KULIAH : UNIVERSITAS BINA DARMA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar